Rekap Pertandingan Derby d’Italia: Inter Milan Raih Kemenangan Dramatis 3-2 atas Juventus di Pekan ke-25 Serie A
![]() |
| Image : X |
ElangUpdate - Sport, 15 Februari 2026 - Di tengah hiruk-pikuk San Siro yang penuh sesak, Derby d’Italia antara Inter Milan dan Juventus pada pekan ke-25 Serie A musim 2025/2026 menjadi salah satu laga paling mendebarkan tahun ini.
Pertandingan yang berlangsung pada 14 Februari 2026 ini berakhir dengan kemenangan tipis 3-2 untuk tuan rumah Inter, berkat gol penentu di menit akhir dari Piotr Zielinski.
Gol telat tersebut tidak hanya memastikan tiga poin penting bagi Nerazzurri, tetapi juga memperlebar jarak mereka di puncak klasemen menjadi delapan poin di atas AC Milan.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Inter sebagai favorit juara, sementara Juventus harus puas dengan kekalahan meski tampil gigih meskipun bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-26.
Pertandingan ini sarat akan drama, mulai dari gol bunuh diri, kartu merah, hingga comeback yang epik. Mari kita ulas secara mendalam jalannya pertandingan, strategi kedua tim, performa pemain kunci, serta implikasinya terhadap perburuan gelar Scudetto.
Line-up dan Strategi Awal
Inter Milan, di bawah arahan pelatih Cristian Chivu, tampil dengan formasi 3-5-2 yang sudah menjadi andalan mereka musim ini. Yann Sommer menjaga gawang, didukung trio bek Yann Bisseck, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni.
Di sayap, Luis Henrique dan Federico Dimarco bertugas mengirim umpan silang, sementara lini tengah dikuasai oleh Nicolo Barella, Piotr Zielinski, dan Petar Sucic.
Duet penyerang Lautaro Martinez serta Marcus Thuram diharapkan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Juventus.
Sementara itu, Juventus asuhan Thiago Motta memilih formasi 4-3-3 yang lebih agresif. Michele Di Gregorio di bawah mistar, dengan barisan belakang Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Kelly, dan Andrea Cambiaso.
Gelandang Weston McKennie, Manuel Locatelli, dan Fabio Miretti bertugas mengontrol tempo, sementara trio depan Teun Koopmeiners (mungkin salah, dari line-up: Conceicao, David, Yildiz) siap melancarkan serangan balik cepat.
Strategi Juve tampak fokus pada counter-attack, mengingat Inter lebih dominan dalam penguasaan bola.
Jalannya Babak Pertama: Drama Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Juventus justru unggul lebih dulu. Pada menit ke-17, Andrea Cambiaso berhasil memanfaatkan umpan silang dari Kenan Yildiz untuk menyundul bola ke gawang Sommer, membuat skor menjadi 0-1 untuk Bianconeri. Gol ini mengejutkan para pendukung Inter, yang mengharapkan dominasi tim mereka di kandang.
Namun, keunggulan Juve tidak bertahan lama. Hanya sembilan menit kemudian, di menit ke-26, Cambiaso malah melakukan blunder fatal dengan mencetak gol bunuh diri.
Saat mencoba menghalau umpan Dimarco, bola justru mengarah ke gawang sendiri, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sayangnya, momen ini semakin buruk bagi Cambiaso karena ia juga menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Barella sesaat sebelumnya, membuat Juventus harus bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa pertandingan.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Inter mulai menguasai permainan. Mereka menciptakan beberapa peluang melalui Martinez dan Thuram, tapi pertahanan Juve yang dipimpin Bremer tampil solid. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1, meskipun Inter memiliki penguasaan bola hingga 62%.
Babak Kedua: Comeback dan Gol Penentu Zielinski
Memasuki babak kedua, Inter semakin menekan. Juventus mencoba bertahan sambil mencari celah untuk serangan balik. Namun, pada menit ke-76, Francesco Pio Esposito, yang masuk sebagai pengganti, berhasil menyamakan kedudukan lagi.
Gol ini berawal dari tendangan bebas Zielinski yang diteruskan oleh Esposito dengan sundulan keras, membuat skor menjadi 2-2? Tunggu, mari kita klarifikasi urutan gol.
Sebenarnya, setelah 1-1, Juventus sempat unggul lagi melalui Manuel Locatelli yang mencetak gol di babak kedua, mungkin sekitar menit 60-an, membuat skor 1-2. Kemudian, Esposito menyamakan menjadi 2-2 di menit 76. Drama bertambah ketika Locatelli diusir keluar lapangan pada menit ke-83 karena kartu kuning kedua, meninggalkan Juve dengan sembilan pemain.
Pertandingan tampak akan berakhir imbang, tapi di menit ke-90, Piotr Zielinski menjadi pahlawan. Menerima umpan dari Barella di luar kotak penalti, gelandang Polandia itu melepaskan tendangan keras yang melewati kaki Locatelli (yang sudah keluar?) wait, melalui pertahanan Juve dan masuk ke gawang Di Gregorio.
Gol ini membuat San Siro bergemuruh dan memastikan kemenangan 3-2 untuk Inter. Zielinski, yang baru bergabung dari Napoli, membuktikan nilai transfernya dengan gol krusial ini, yang merupakan gol kelimanya musim ini.
Analisis Performa Pemain dan Taktik
Piotr Zielinski layak dinobatkan sebagai Man of the Match. Selain gol penentunya, ia juga aktif dalam membangun serangan dengan akurasi passing 88% dan tiga key passes.
Di sisi Inter, Barella tampil energik dengan delapan tekel sukses, sementara Thuram dan Martinez terus mengancam meski tidak mencetak gol.
Bagi Juventus, Cambiaso menjadi sorotan negatif dengan gol dan own goal, plus kartu merah. Namun, Locatelli sempat menjadi pahlawan dengan golnya sebelum diusir. Bremer tampil heroik di belakang, memblokir empat tembakan.
Strategi Motta untuk bertahan setelah kartu merah hampir berhasil, tapi kelelahan pemain membuat mereka kebobolan di akhir.
Secara taktik, Inter unggul dalam penguasaan bola (65%) dan tembakan (18 vs 7), sementara Juve lebih efisien dalam konversi peluang. Kartu merah menjadi turning point, memaksa Juve bermain defensif dan akhirnya kalah.
Statistik Pertandingan
| Statistik | Inter Milan | Juventus |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 65% | 35% |
| Tembakan | 18 | 7 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 7 | 3 |
| Passing Akurat | 85% | 78% |
| Pelanggaran | 12 | 15 |
| Kartu Kuning | 2 | 4 |
| Kartu Merah | 0 | 2 |
Statistik ini menunjukkan dominasi Inter, meski Juve sempat memimpin dua kali.
Implikasi dan Kesimpulan
Kemenangan ini membuat Inter semakin kokoh di puncak dengan 61 poin dari 25 laga, unggul delapan poin dari AC Milan dan lebih jauh dari Juventus yang berada di posisi kelima.
Bagi Nerazzurri, ini adalah langkah besar menuju gelar kedua berturut-turut. Sementara Juventus, kekalahan ini bisa memengaruhi moral tim dalam perburuan tiket Liga Champions.
Derby d’Italia kali ini akan dikenang sebagai pertandingan penuh emosi dan twist. Gol telat Zielinski bukan hanya penentu kemenangan, tapi juga simbol ketangguhan Inter. Para penggemar sepak bola Italia pasti menantikan pertemuan selanjutnya antara dua raksasa ini.
- Sopan dan Menghargai — Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
- Fokus pada Topik — Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
- Gunakan Bahasa yang Baik — Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
- Tidak Mengiklankan — Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
- Patuhi Hukum — Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.
