Prediksi Pertandingan Derby d'Italia: Inter Milan vs Juventus - Pekan ke-25 Serie A 2025-2026
ElangUpdate - Sport, 14 Februari 2026 -Derby d'Italia, pertarungan klasik antara Inter Milan dan Juventus, selalu menjadi sorotan utama di Serie A. Pada pekan ke-25 musim 2025-2026, kedua raksasa Italia ini akan bertemu di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, pada 15 Februari 2026 pukul 02.45 WIB.
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga perebutan supremasi dan pengaruhnya terhadap perburuan gelar Scudetto. Inter Milan, yang saat ini memimpin klasemen dengan nyaman, akan menghadapi Juventus yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan.
Dengan form impresif kedua tim, laga ini diprediksi akan penuh tensi dan strategi cerdas dari kedua pelatih.
Musim ini, Serie A menunjukkan persaingan ketat di papan atas. Inter Milan duduk di posisi pertama dengan 58 poin dari 24 pertandingan, mencatatkan 19 kemenangan, 1 seri, dan 4 kekalahan, dengan selisih gol +38.
Sementara Juventus berada di urutan keempat dengan 46 poin dari rekor 13 menang, 7 seri, dan 4 kalah, selisih gol +21.
Kemenangan bagi Inter bisa memperlebar jarak dengan pesaing seperti AC Milan dan Napoli, sedangkan bagi Juventus, ini adalah kesempatan untuk mendekati zona juara dan membalas kekalahan di pertemuan pertama musim ini yang berakhir 4-3 untuk Juventus di Turin.
Sejarah Derby d'Italia
Derby d'Italia bukanlah derby biasa; ini adalah rivalitas yang lahir dari sejarah panjang kedua klub sebagai penguasa sepak bola Italia.
Nama ini pertama kali dicetuskan oleh jurnalis Gianni Brera pada 1960-an, menggambarkan pertarungan antara dua tim terbesar dari utara Italia.
Secara statistik, Juventus unggul dengan 111 kemenangan dari 252 pertemuan resmi, sementara Inter meraih 80 kemenangan, dan 61 sisanya berakhir imbang.
Namun, dalam beberapa musim terakhir, Inter mulai mendominasi, terutama di kandang sendiri.
Pertandingan ikonik seperti final Coppa Italia 2022 atau kontroversi Calciopoli 2006 selalu menjadi bagian dari narasi ini. Musim lalu, Inter memenangkan kedua leg dengan agregat 3-1, menunjukkan pergeseran kekuatan.
Namun, Juventus tetap tangguh, terbukti dari kemenangan mereka di awal musim ini. Rivalitas ini tidak hanya soal trofi, tapi juga identitas: Inter sebagai simbol Milan yang modern, versus Juventus sebagai dinasti Turin yang tak tergoyahkan.
Di era 2026, dengan kedua tim dipimpin pelatih berpengalaman, pertandingan ini diharapkan menjadi babak baru dalam sejarah panjang mereka.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Inter Milan di bawah arahan Cristian Chivu sedang dalam performa puncak. Mereka memenangkan 11 dari 12 laga terakhir di Serie A, dengan lima clean sheet dalam tujuh pertandingan terbaru.
Kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo baru-baru ini menunjukkan ketajaman serangan mereka, dipimpin duet Marcus Thuram dan Lautaro Martinez yang telah mencetak lebih dari 30 gol gabungan musim ini.
Secara taktis, Chivu menerapkan formasi 3-5-2 yang fleksibel, fokus pada pressing tinggi dan transisi cepat. Pertahanan solid dengan Alessandro Bastoni dan Manuel Akanji sebagai benteng, sementara sayap seperti Federico Dimarco memberikan ancaman dari umpan silang akurat.
Di sisi lain, Juventus asuhan Luciano Spalletti juga menunjukkan konsistensi. Mereka hanya kalah sekali dalam sembilan laga terakhir, meski baru saja ditahan imbang 2-2 oleh Lazio dan tersingkir dari Coppa Italia oleh Atalanta.
Spalletti menggunakan formasi 4-2-3-1 yang menekankan penguasaan bola dan serangan fluid, dengan Weston McKennie sebagai dinamo di lini tengah.
Kehadiran Jonathan David sebagai ujung tombak baru memberikan dimensi baru, meski absennya Dusan Vlahovic karena cedera paha menjadi pukulan berat.
Juventus rata-rata mencetak hampir tiga gol per laga di Januari 2026, menandakan potensi ledakan ofensif mereka.
Analisis Pemain Kunci
Bagi Inter, Federico Dimarco adalah bintang yang tak tergantikan. Bek sayap ini tidak hanya solid bertahan tapi juga kreatif menyerang, dengan rating rata-rata 7.58 dan kontribusi assist terbanyak di tim.
Di depan, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez membentuk duet mematikan; Thuram dengan kecepatan dan dribelnya, Martinez dengan insting golnya.
Kembalinya Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu dari cedera akan memperkuat lini tengah, memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kerja keras.
Untuk Juventus, Kenan Yildiz muncul sebagai talenta muda yang bersinar, dengan visi dan kemampuan mencetak gol dari posisi nomor 10. Gleison Bremer di belakang adalah tembok pertahanan, sementara Manuel Locatelli mengatur tempo dari tengah.
Absennya Khephren Thuram karena memar tulang bisa membuat Teun Koopmeiners masuk, yang meski inkonsisten, punya potensi besar dalam duel udara dan passing. Jonathan David, rekrutan baru, diharapkan mengisi kekosongan Vlahovic dengan ketajamannya di kotak penalti.
Prediksi Formasi dan Taktik
Inter diprediksi menggunakan 3-5-2: Sommer di gawang; Bisseck, Akanji, Bastoni di belakang; Henrique, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco di tengah; Thuram dan Martinez di depan.
Taktik Chivu fokus pada high pressing untuk merebut bola di area lawan, memanfaatkan kecepatan wing-back untuk overlap. Mereka akan mengontrol penguasaan bola, tapi harus waspada terhadap counter-attack Juventus.
Juventus kemungkinan memainkan 4-2-3-1: Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; Locatelli, Koopmeiners; Conceicao, McKennie, Yildiz; David.
Spalletti akan menerapkan pressing agresif dan rotasi posisi untuk membingungkan pertahanan Inter. Dengan absennya beberapa pemain kunci, mereka mungkin lebih mengandalkan serangan balik cepat daripada penguasaan penuh.
Secara keseluruhan, Inter memiliki keunggulan kandang dan form, tapi Juventus punya rekor bagus di Derby d'Italia baru-baru ini.
Pertarungan di lini tengah akan menentukan: jika Barella dan Calhanoglu fit penuh, Inter bisa mendominasi; sebaliknya, McKennie dan Locatelli bisa memanfaatkan celah.
Prediksi Skor dan Faktor Penentu
Berdasarkan analisis, pertandingan ini diprediksi berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk Inter Milan. Gol pertama mungkin datang dari set-piece Dimarco, diikuti respons Juventus lewat Yildiz, tapi Martinez akan menyegel kemenangan di babak kedua.
Faktor penentu: cedera dan rotasi karena jadwal padat, termasuk play-off Champions League mendatang bagi kedua tim. Odds menunjukkan Inter favorit dengan handicap -0.5, tapi underdog Juventus bisa mengejutkan seperti prediksi beberapa ahli yang memfavoritkan 1-2 untuk Bianconeri.
Namun, mengingat rekor kandang Inter yang kuat (9 menang dari 12 home games) dan kelemahan Juventus tanpa Vlahovic, Nerazzurri punya peluang lebih besar. Pertandingan ini juga dipengaruhi faktor emosional: Hari Valentine yang jatuh berdekatan bisa menambah drama, tapi fokus tetap pada lapangan.
Kesimpulan
Derby d'Italia pekan ke-25 ini adalah ujian sejati bagi ambisi kedua tim di Serie A 2025-2026. Inter Milan berusaha mempertahankan dominasi, sementara Juventus ingin membuktikan bahwa mereka masih raja Italia.
Dengan strategi cerdas, pemain bintang, dan sejarah panjang, laga ini wajib ditonton. Saksikan live streaming di platform resmi seperti Vidio, dan siapkan diri untuk 90 menit penuh adrenalin. Siapapun pemenangnya, ini akan menjadi momen tak terlupakan dalam musim ini.
- Sopan dan Menghargai — Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
- Fokus pada Topik — Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
- Gunakan Bahasa yang Baik — Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
- Tidak Mengiklankan — Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
- Patuhi Hukum — Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.
