HEADLINE NEWS

Polisi Italia Identifikasi Pelaku Pelempar Kembang Api ke Emil Audero: Tiga Jarinya Putus, Segera Ditangkap



ElangUpdate | 02 Februari 2026 – Pada akhir pekan lalu, dunia sepak bola Italia kembali diguncang insiden memilukan yang melibatkan kekerasan suporter. 


Dalam pertandingan Serie A pekan ke-23 antara Cremonese melawan Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Cremona, pada 1 Februari 2026, kiper Cremonese sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, 

Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api (flare) dari arah tribun suporter tamu Inter Milan. 

Kejadian ini tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tapi juga berujung pada cedera serius bagi pelaku itu sendiri.

Insiden terjadi di awal babak kedua, tepatnya sekitar menit ke-49. Saat pertandingan sedang berlangsung dengan Cremonese bertahan di area penalti sendiri, sebuah suar atau flare meluncur deras dari sektor suporter Inter Milan. Benda tersebut mendarat sangat dekat dengan posisi Emil Audero yang sedang berdiri di garis gawang. 

Ledakan keras terdengar, membuat wasit langsung menghentikan permainan selama beberapa menit. 

Audero terjatuh dan berguling sambil memegang kaki serta telinganya, menandakan ia mengalami luka bakar ringan di kaki kanan serta gangguan pendengaran sementara di telinga kanan akibat suara dentuman yang sangat kuat.

Tim medis Cremonese segera bergegas ke lapangan. Setelah pemeriksaan singkat, Audero dinyatakan fit untuk melanjutkan pertandingan meski terlihat jelas ada luka sayatan dan bekas terbakar di kakinya. 


Pertandingan pun kembali dilanjutkan, dan Inter Milan akhirnya menang dengan skor 2-0 berkat gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. 

Namun, kemenangan tersebut tercoreng oleh aksi nekat oknum suporter yang seharusnya mendukung timnya, bukan malah membahayakan nyawa pemain lawan.

Kronologi dan Dampak Langsung Insiden

Menurut laporan dari media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, flare tersebut dilempar dari sektor suporter tamu Inter Milan. Audero, yang sebelumnya pernah membela Inter Milan pada musim 2023-2024 sebelum pindah ke Cremonese di musim panas 2025, menjadi target yang tidak terduga.

 Ledakan itu sempat membuatnya kehilangan pendengaran sementara dan mengalami luka bakar di bagian kaki. Untungnya, tidak ada cedera berat yang dialami kiper berusia 29 tahun itu, dan ia bisa menyelesaikan laga hingga peluit akhir.

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, langsung menyampaikan permintaan maaf atas nama tim dan suporter. "Kami sangat menyesal atas kejadian ini. Itu bukanlah sikap yang mewakili Inter Milan," ujar Martinez pasca-laga. 


Presiden klub, Beppe Marotta, juga menyebut insiden tersebut sebagai "kejadian luar biasa yang sangat disesalkan" dan menegaskan bahwa klub akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mengusut tuntas.

Pelaku Teridentifikasi: Senjata Makan Tuan

Yang membuat kasus ini semakin ironis adalah nasib pelaku pelemparan flare tersebut. Berdasarkan laporan dari Tuttomercatoweb, Football Italia, serta sumber-sumber terpercaya lainnya, polisi Italia berhasil mengidentifikasi pelaku dengan cepat. 

Bagaimana caranya? Karena aksi nekatnya berbalik menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Setelah melempar flare pertama yang mengenai Audero, pelaku ini disebut nekat ingin melempar flare kedua. 

Namun, suar kedua itu justru meledak di tangannya sendiri sebelum sempat dilempar. Akibatnya, ia mengalami luka parah dan kehilangan tiga jari tangannya. 

Dengan kondisi tangan berdarah-darah dan cedera serius, pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit di Cremona untuk mendapatkan perawatan darurat.

Kedatangannya ke rumah sakit itulah yang menjadi kunci identifikasi. Petugas medis dan kepolisian yang bertugas di lokasi langsung mencurigai adanya kaitan dengan insiden di stadion. 

Setelah penyelidikan awal, termasuk rekaman CCTV stadion dan keterangan saksi, polisi berhasil memastikan bahwa pasien dengan cedera tangan parah itu adalah pelaku pelemparan flare. Ia kini dirawat di rumah sakit sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Setelah kondisinya membaik dan keluar dari rumah sakit, pelaku tersebut akan langsung ditangkap. 

Selain ancaman pidana atas tindak kekerasan dan membahayakan keselamatan orang lain, ia juga kemungkinan besar akan mendapatkan sanksi larangan masuk stadion (stadium ban) seumur hidup atau untuk jangka waktu panjang, sesuai regulasi ketat Serie A dan otoritas Italia terkait kekerasan suporter.

Konsekuensi Lebih Luas bagi Inter Milan dan Sepak Bola Italia

Insiden ini bukan hanya masalah individu, tapi juga berpotensi menimbulkan sanksi berat bagi Inter Milan sebagai klub. 

Otoritas sepak bola Italia (FIGC) dan polisi sedang mempertimbangkan denda besar serta kemungkinan larangan suporter Inter Milan menyaksikan laga tandang (away ban) untuk beberapa pertandingan ke depan. 

Hal ini karena flare dilempar dari sektor suporter tamu yang berada di bawah tanggung jawab klub.

Kasus ini kembali menyoroti masalah kronis kekerasan suporter di Italia, meski Serie A telah menerapkan berbagai langkah pencegahan seperti pengawasan ketat, larangan membawa piroteknik, dan identifikasi suporter bermasalah. Sayangnya, aksi oknum masih saja terjadi dan sering kali melibatkan flare atau petasan yang sangat berbahaya.

Bagi Emil Audero, insiden ini tentu menjadi pengalaman traumatis. Namun, sikap profesionalismenya yang tetap melanjutkan pertandingan meski terluka mendapat pujian luas dari media dan sesama pemain.

 Ia membuktikan mental baja sebagai kiper, terutama di tengah tekanan bermain di depan ribuan suporter lawan.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sepak bola seharusnya menyatukan, bukan melukai. Semoga insiden seperti ini menjadi pelajaran berharga agar ke depannya stadion benar-benar menjadi tempat aman bagi pemain, ofisial, dan suporter.

⚠️ Warning.!! Aturan Komentar:
  1. Sopan dan Menghargai – Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
  2. Fokus pada Topik – Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
  3. Gunakan Bahasa yang Baik – Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
  4. Tidak Mengiklankan – Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
  5. Patuhi Hukum – Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Home
Trending
Sport
Search
Menu
Komentar 0 Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link