Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku

00:00
00:00
Foto : Istimewa



ElangUpdate - Jakarta,  9 Februari 2026 - Bulan Ramadan selalu menjadi momen spesial bagi umat Muslim di Indonesia, di mana kegiatan ibadah semakin intensif. Namun, di tengah kesibukan berpuasa dan beribadah, proses pendidikan tetap harus berjalan lancar. 

Pada awal Februari 2026, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah menetapkan kebijakan khusus mengenai pengaturan pembelajaran bagi murid selama Ramadan 2026. 

Kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara pemenuhan hak belajar siswa dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter.

Keputusan ini diambil setelah Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, pada 4 Februari 2026. 

Menurut Pratikno, Ramadan bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan emas untuk mendidik karakter anak bangsa. "Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. 

Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif," ujarnya.  

Kebijakan ini mencakup jadwal pembelajaran, fokus kegiatan, dan penyesuaian agar proses belajar tetap efektif tanpa mengganggu ibadah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai pengaturan tersebut, mulai dari latar belakang, detail jadwal, kegiatan yang direkomendasikan, hingga dampaknya bagi siswa, guru, dan orang tua. 

Semua informasi disusun berdasarkan sumber resmi untuk memastikan keakuratan, sambil menjaga orisinalitas pembahasan.

Latar Belakang Pengaturan Pembelajaran Selama Ramadan

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia selalu menyesuaikan kegiatan nasional selama bulan suci Ramadan. 

Di bidang pendidikan, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara rutinitas sekolah dan kewajiban berpuasa. 

Di masa lalu, sering kali muncul perdebatan tentang apakah sekolah harus libur penuh atau tetap beroperasi dengan penyesuaian. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, seperti Ramadan 2025, pemerintah juga menerapkan kebijakan serupa yang lebih fleksibel, menghindari libur total untuk mencegah hilangnya jam pelajaran yang signifikan.

Pada 2026, pendekatan ini semakin matang. Pemerintah menyadari bahwa pandemi COVID-19 di masa lalu telah mengajarkan pentingnya adaptasi dalam pendidikan, seperti pembelajaran jarak jauh atau hybrid. 

Namun, untuk Ramadan, fokus bergeser ke penguatan spiritual. Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekitar 80% siswa di Indonesia beragama Islam, sehingga kebijakan ini harus inklusif bagi semua agama. 

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik, tidak hanya intelektual tetapi juga moral dan sosial. 

Alasan utama di balik kebijakan ini adalah untuk mencegah penurunan kualitas pendidikan akibat puasa. Siswa yang berpuasa mungkin mengalami penurunan energi, sehingga kegiatan sekolah dirancang lebih ringan dan bermakna. 

Selain itu, ini sejalan dengan visi Pendidikan Karakter Nasional yang dicanangkan pemerintah, di mana nilai-nilai Pancasila dan keagamaan menjadi pondasi utama.

Detail Jadwal Pembelajaran Selama Ramadan 2026

Pemerintah tidak menetapkan libur sekolah sepanjang bulan Ramadan, melainkan membagi periode menjadi beberapa tahap untuk memastikan kontinuitas belajar. Berikut rincian jadwal yang telah disepakati:

  • 18 hingga 20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan. Pada fase awal ini, siswa tidak wajib datang ke sekolah. Kegiatan bisa dilakukan di rumah, masjid, atau komunitas, dengan fokus pada adaptasi puasa dan kegiatan spiritual. Ini memberi waktu bagi siswa untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas baru tanpa tekanan akademik berat.
  • 23 Februari hingga 16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah. Selama periode ini, sekolah beroperasi normal tetapi dengan penyesuaian waktu. Jam pelajaran mungkin dipersingkat, dan kegiatan lebih banyak diisi dengan program keagamaan. Ini mencakup hampir seluruh bulan Ramadan, memastikan siswa tetap mendapatkan materi pelajaran esensial sambil menjalankan ibadah.
  • 23 hingga 27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan. Setelah Idul Fitri (diperkirakan sekitar 19-20 Maret 2026), siswa mendapat libur tambahan untuk recovery dan persiapan kembali ke rutinitas normal. Ini juga mempertimbangkan hari raya dan cuti bersama nasional.

Jadwal ini bersifat nasional, tetapi pemerintah daerah diberi wewenang untuk menyesuaikan secara kontekstual, asal tidak mengurangi substansi kebijakan pusat. 

Misalnya, di daerah dengan mayoritas non-Muslim, penekanan bisa lebih pada kegiatan umum yang membangun karakter sosial. 

Fokus Kegiatan dan Program Pendukung

Kebijakan ini tidak hanya tentang jadwal, tapi juga isi pembelajaran. Pemerintah menekankan penguatan nilai keagamaan sesuai agama masing-masing siswa. Untuk siswa Muslim, kegiatan meliputi:

  • Tadarus Al-Qur'an: Membaca dan memahami ayat suci secara berkelompok.
  • Pesantren kilat: Program singkat seperti sekolah pondok untuk mendalami ilmu agama.
  • Kajian keislaman: Diskusi tentang topik-topik seperti puasa, zakat, dan akhlak.
  • Kompetisi keagamaan: Seperti lomba adzan, MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), atau cerdas cermat agama.

Bagi siswa non-Muslim, sekolah wajib menyediakan bimbingan rohani sesuai keyakinan mereka, seperti studi Alkitab untuk Kristen atau kegiatan meditasi untuk Hindu/Buddha. Ini memastikan inklusivitas dan menghindari diskriminasi.

Selain itu, ada program pembentukan karakter umum, seperti:

  • Berbagi takjil dan santunan: Mengajarkan empati dan gotong royong melalui distribusi makanan berbuka dan zakat.
  • Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Melatih kebiasaan positif seperti disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab.
  • Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai: Mendorong siswa untuk menghabiskan waktu tanpa gadget, fokus pada interaksi sosial dan refleksi diri.

Semua kegiatan dirancang agar ramah anak, menghindari beban berlebih selama puasa. Guru diharapkan menjadi fasilitator, bukan hanya pengajar, untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Dampak dan Respons dari Berbagai Pihak

Kebijakan ini diharapkan membawa dampak positif bagi siswa, seperti peningkatan kesadaran spiritual dan keterampilan sosial. 

Bagi guru, ini menjadi kesempatan untuk inovasi pengajaran, misalnya mengintegrasikan nilai agama ke dalam mata pelajaran seperti IPS atau Seni. Orang tua juga terlibat, karena kegiatan luar sekolah memerlukan dukungan dari rumah.

Respons dari masyarakat beragam. Beberapa organisasi pendidikan seperti PGRI menyambut baik, karena menjaga kontinuitas belajar. 

Namun, ada kritik dari kelompok yang menginginkan libur lebih panjang, khawatir siswa kelelahan. Komisi X DPR RI telah mengonfirmasi tidak ada libur penuh, untuk menghindari backlog pelajaran.  Secara keseluruhan, kebijakan ini dilihat sebagai langkah maju menuju pendidikan berkarakter.

Di tingkat daerah, seperti di Riau, Pemprov telah mengeluarkan edaran serupa, menyesuaikan dengan kondisi lokal. Ini menunjukkan kolaborasi antara pusat dan daerah untuk implementasi yang efektif. 

Kesimpulan

Pengaturan pembelajaran selama Ramadan 2026 oleh pemerintah Indonesia merupakan upaya bijak untuk harmonisasi antara pendidikan dan keagamaan. 

Dengan jadwal fleksibel dan fokus pada karakter, diharapkan siswa tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat secara moral. 

Bagi orang tua dan guru, ini adalah panggilan untuk berkolaborasi menciptakan generasi unggul. Mari kita dukung kebijakan ini agar Ramadan tahun ini menjadi momen transformasi positif bagi pendidikan nasional.


⚠ Warning!! Aturan Komentar:
  • Sopan dan Menghargai — Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
  • Fokus pada Topik — Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
  • Gunakan Bahasa yang Baik — Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
  • Tidak Mengiklankan — Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
  • Patuhi Hukum — Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.
Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
  • Ramadan 2026, Pemerintah Resmi Atur Sekolah: Ini Pola Pembelajaran Murid yang Berlaku
0%
Komentar 1 Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link