Inter Milan Makin Kokoh di Puncak Serie A: Kemenangan Telak 5-0 atas Sassuolo dan Drama Imbang Juventus vs Lazio
![]() |
| Source image : x.com |
ElangUpdate - Jakarta, 9 Februari 2026 - Liga Italia Serie A semakin memanas di pekan ke-24, di mana Inter Milan berhasil memperlebar jarak di puncak klasemen dengan kemenangan meyakinkan 5-0 atas Sassuolo.
Pertandingan yang digelar di Stadion Mapei pada dini hari WIB ini tidak hanya menunjukkan dominasi Nerazzurri, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Sementara itu, di laga lain, Juventus harus puas berbagi poin dengan Lazio setelah bermain imbang 2-2 di Stadion Allianz, Turin.
Hasil ini membuat persaingan di papan atas semakin sengit, dengan Inter yang kini unggul delapan poin dari rival sekotanya, AC Milan.
Dominasi Inter Milan atas Sassuolo: Lima Gol Tanpa Balas
Pertandingan antara Sassuolo dan Inter Milan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Inter, yang datang dengan misi mempertahankan tren positif, langsung mengambil inisiatif serangan.
Gol pembuka datang dari Yann Bisseck pada menit ke-11, yang memanfaatkan umpan silang akurat dari rekan setimnya untuk menyundul bola ke gawang Sassuolo.
Gol ini tidak hanya membuka keran gol Inter, tetapi juga membuat tuan rumah Sassuolo mulai kehilangan ritme permainan mereka.
Tak lama berselang, pada menit ke-28, Marcus Thuram menambah keunggulan Inter menjadi 2-0. Penyerang asal Prancis ini menunjukkan kelasnya dengan melewati dua pemain bertahan Sassuolo sebelum melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau kiper lawan.
Thuram, yang telah menjadi andalan lini depan Inter musim ini, sekali lagi membuktikan mengapa ia layak menjadi starter utama di bawah arahan pelatih Simone Inzaghi.
Masuk babak kedua, Inter semakin menggila. Lautaro Martinez, kapten tim yang sedang on fire, mencetak gol ketiga pada menit ke-50 melalui eksekusi penalti yang dingin.
Gol ini datang setelah pelanggaran di kotak penalti Sassuolo terhadap salah satu pemain Inter. Martinez, dengan catatan golnya yang impresif sepanjang musim, terus menjadi momok bagi pertahanan lawan.
Hanya tiga menit kemudian, Manuel Akanji menyumbang gol keempat pada menit ke-53. Bek asal Swiss ini memanfaatkan bola mati dari tendangan sudut untuk menyundul bola masuk ke gawang.
Gol ini semakin memukul mental Sassuolo, yang sudah mulai terlihat frustrasi. Situasi semakin buruk bagi Sassuolo ketika Nemanja Matic, gelandang berpengalaman mereka, diusir wasit pada menit ke-54 karena kartu merah langsung akibat tekel keras yang membahayakan.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Inter semakin leluasa menguasai permainan. Gol penutup datang dari Luis Henrique pada menit ke-89, yang menyelesaikan serangan balik cepat dengan tendangan akurat dari luar kotak penalti.
Kemenangan 5-0 ini bukan hanya tiga poin biasa, tapi juga pernyataan kuat dari Inter bahwa mereka siap mempertahankan gelar Serie A yang mereka rebut musim lalu.
Secara statistik, Inter mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 62%, 18 tembakan (9 on target), dibandingkan Sassuolo yang hanya memiliki 8 tembakan (2 on target).
Sassuolo, yang musim ini sedang berjuang di papan tengah, tampak kesulitan menghadapi pressing tinggi ala Inter.
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, pasca pertandingan mengakui bahwa timnya kalah kelas dan perlu evaluasi mendalam untuk menghindari degradasi di akhir musim.
Posisi Klasemen Terbaru: Inter Unggul Jauh
Dengan kemenangan ini, Inter Milan kini mengoleksi 58 poin dari 24 pertandingan, unggul delapan poin dari AC Milan yang berada di posisi kedua dengan 50 poin, meskipun Rossoneri baru memainkan 23 laga.
Ini berarti Milan masih punya satu pertandingan tunda yang bisa memperkecil jarak, tapi performa konsisten Inter membuat mereka sulit dikejar.
Sementara itu, Sassuolo tetap terjebak di posisi 11 dengan 29 poin. Tim asal Emilia-Romagna ini perlu segera bangkit jika tidak ingin tergelincir ke zona merah.
Di sisi lain, persaingan gelar semakin ketat dengan Napoli dan Juventus yang mengintai di belakang. Napoli saat ini di posisi ketiga dengan 48 poin, sementara Juventus di posisi keempat dengan 46 poin setelah hasil imbang mereka.
Inter Milan musim ini tampil sebagai tim yang paling solid, dengan pertahanan kokoh yang hanya kebobolan 12 gol sepanjang musim, dan lini serang yang tajam berkat duet Martinez-Thuram. Cristian Chivu, pelatih Inter, dalam konferensi pers pasca laga menyatakan, "Kami fokus pada setiap pertandingan. Kemenangan ini penting, tapi kami harus tetap rendah hati karena musim masih panjang."
Drama di Turin: Juventus Imbang 2-2 dengan Lazio
Di laga lain yang tak kalah seru, Juventus menghadapi Lazio di Stadion Allianz. Pertandingan ini berlangsung dramatis, di mana Juventus sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit di babak kedua.
Lazio membuka keunggulan tepat sebelum turun minum melalui gol Pedro Rodriguez pada menit ke-45+2. Mantan pemain Barcelona ini memanfaatkan umpan terobosan untuk mengecoh kiper Juventus.
Babak kedua baru berjalan dua menit, Lazio menggandakan keunggulan lewat Gustav Isaksen pada menit ke-47.
Gol ini datang dari serangan cepat yang membuat pertahanan Juventus kocar-kacir. Saat itu, sepertinya Lazio akan pulang dengan tiga poin penuh, tapi Juventus menunjukkan mental juara mereka.
Weston McKennie memperkecil kedudukan pada menit ke-59 melalui sundulan dari tendangan sudut. Gol ini menyuntikkan semangat baru bagi Si Nyonya Tua.
Drama mencapai puncak di injury time, ketika Pierre Kalulu menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-90+6. Gol telat ini datang dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna, membuat pendukung Juventus bergemuruh.
Statistik pertandingan menunjukkan Juventus lebih mendominasi dengan 55% penguasaan bola dan 15 tembakan, tapi Lazio efisien dalam memanfaatkan peluang. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengapresiasi perjuangan timnya: "Kami tidak menyerah sampai akhir. Satu poin ini berharga untuk menjaga posisi kami di empat besar."
Lazio, di bawah arahan Maurizio Sarri, kini berada di posisi kedelapan dengan 33 poin. Mereka masih punya peluang untuk naik ke zona Eropa jika bisa konsisten. Sementara Juventus dengan 46 poin tetap di posisi keempat, tapi jarak dengan Inter semakin lebar, membuat peluang juara mereka semakin tipis.
Analisis Persaingan Gelar Serie A Musim Ini
Musim 2025/2026 Serie A semakin menarik dengan Inter Milan yang tampil sebagai pemimpin tak tergoyahkan.
Dengan skuad yang seimbang antara pengalaman dan talenta muda, Nerazzurri telah memenangkan 18 dari 24 pertandingan mereka, hanya kalah dua kali.
Faktor kunci kesuksesan mereka adalah kedalaman skuad, di mana pemain seperti Bisseck, Thuram, Martinez, Akanji, dan Henrique bisa bergantian mencetak gol.
Di sisi lain, AC Milan yang menjadi rival terdekat masih bergantung pada performa Rafael Leao dan Christian Pulisic. Dengan satu laga tunda, Milan berpotensi mendekat, tapi mereka harus menghadapi jadwal padat termasuk kompetisi Eropa. Napoli, dengan Victor Osimhen sebagai ujung tombak, juga tak boleh dianggap remeh setelah musim lalu mereka finis di posisi kedua.
Juventus, meski imbang kali ini, tetap menjadi ancaman. Dengan pemain seperti Dusan Vlahovic dan McKennie, mereka punya potensi comeback.
Namun, inkonsistensi di lini belakang sering menjadi masalah. Lazio, dengan gaya tiki-taka ala Sarri, bisa menjadi kuda hitam jika bisa memperbaiki pertahanan mereka yang kerap kebobolan di menit-menit akhir.
Secara keseluruhan, Serie A musim ini menjanjikan persaingan sengit hingga akhir. Inter favorit juara dengan odds 1.5 dari bandar taruhan, diikuti Milan dan Napoli.
Faktor lain seperti cedera pemain dan jadwal pertandingan akan memainkan peran penting. Para penggemar sepak bola Italia pasti tak sabar menanti pekan-pekan selanjutnya.
Kesimpulan: Momentum Inter dan Tantangan Juventus
Kemenangan telak Inter atas Sassuolo dan imbang dramatis Juventus vs Lazio menjadi sorotan utama pekan ke-24 Serie A. Inter Milan semakin mantap di puncak, sementara Juventus harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.
Dengan musim yang masih menyisakan 14 pertandingan, apapun bisa terjadi. Namun, satu hal pasti: Serie A tetap menjadi salah satu liga paling kompetitif di Eropa.
Bagi para penggemar, hasil ini adalah pengingat bahwa sepak bola penuh kejutan. Inter harus tetap fokus, sementara tim-tim lain seperti Juventus dan Lazio perlu menemukan konsistensi. Mari kita nantikan aksi selanjutnya di lapangan hijau Italia!
- Sopan dan Menghargai — Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
- Fokus pada Topik — Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
- Gunakan Bahasa yang Baik — Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
- Tidak Mengiklankan — Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
- Patuhi Hukum — Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.
