Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya

IG:instagram.com/maartenpaes/

Di dunia sepak bola yang penuh dengan tekanan dan ekspektasi tinggi, debut seorang pemain baru sering kali menjadi momen krusial yang bisa menentukan arah karirnya. 

Begitu pula dengan Maarten Paes, kiper berbakat asal Belanda yang kini memperkuat Tim Nasional Indonesia. Pada 21 Februari 2026, Paes akhirnya menjalani debut resminya bersama Ajax Amsterdam dalam laga melawan NEC Nijmegen di Eredivisie. 

Meskipun pertandingan berakhir imbang 1-1, Paes dengan rendah hati mengakui bahwa performanya belum mencapai level terbaik. Artikel ini akan mengupas tuntas momen debut tersebut, latar belakang Paes, analisis performa, serta prospek masa depannya di klub raksasa Belanda itu.

Latar Belakang Karir Maarten Paes

Maarten Paes lahir pada 14 Mei 1998 di Nijmegen, Belanda. Kota kelahirannya ini bukanlah sekadar tempat lahir; ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan NEC Nijmegen, klub yang menjadi lawan debutnya di Ajax. 

Paes memulai karir sepak bolanya di akademi NEC Nijmegen sebelum pindah ke FC Utrecht pada 2018. Di sana, ia menunjukkan potensi besar sebagai kiper modern yang tidak hanya andal dalam menghalau tembakan, tetapi juga mahir dalam distribusi bola dari belakang.

Pada 2022, Paes memutuskan untuk melanjutkan petualangannya di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat dengan bergabung bersama FC Dallas. Di klub itu, ia menjadi pilihan utama dan mencatatkan penampilan impresif, termasuk membantu tim mencapai babak playoff. 

Namun, yang membuat Paes semakin dikenal di Indonesia adalah keputusannya untuk membela Tim Nasional Indonesia. 

Berkat darah Indonesia dari kakeknya, Paes berhasil mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada 2024 dan segera menjadi pilar utama di bawah mistar gawang Garuda. Penampilannya di Piala Asia 2023 dan kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat namanya semakin bersinar.

Kepindahan Paes ke Ajax Amsterdam pada awal 2026 menjadi berita besar. Ajax, klub legendaris dengan sejarah panjang di sepak bola Eropa, sedang mengalami krisis kiper setelah cedera dan performa tidak konsisten dari kiper-kiper mereka. 

Paes direkrut dengan harapan bisa membawa stabilitas di lini belakang. Namun, proses adaptasinya tidak mudah. Ia harus menunggu beberapa pekan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan debut, sebagian karena regulasi dan adaptasi dengan gaya bermain Ajax yang menekankan penguasaan bola tinggi.

Detail Debut: Ajax vs NEC Nijmegen

Pertandingan debut Paes berlangsung di Johan Cruijff ArenA, markas Ajax, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Lawan mereka adalah NEC Nijmegen, klub yang secara emosional dekat dengan Paes karena merupakan klub masa kecilnya. 

Ajax memulai laga dengan formasi 4-3-3 khas mereka, dengan Paes di bawah mistar gawang. Tim tuan rumah unggul lebih dulu melalui gol dari striker mereka di menit ke-25, tetapi NEC berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui serangan balik cepat.

Secara statistik, performa Paes cukup solid. Menurut data dari FotMob dan SofaScore, Paes melakukan 7 penyelamatan dari 16 percobaan tembakan lawan, di mana 9 di antaranya tepat sasaran. Ia juga berhasil memenangkan 4 duel udara dan memiliki akurasi umpan mencapai 85%. 

Namun, di balik angka-angka itu, Paes mengalami beberapa momen sulit, terutama saat menguasai bola di area pertahanan. Ada satu atau dua kesalahan kecil yang hampir berujung pada gol lawan, meskipun akhirnya bisa diatasi oleh rekan setimnya. 

Laga berakhir dengan skor 1-1, yang membuat Ajax gagal meraih poin penuh dan semakin tertinggal dari pemuncak klasemen PSV Eindhoven. 

Bagi Paes, debut ini adalah campuran antara kepuasan dan kekecewaan. Ia berhasil menunjukkan kemampuan dasarnya sebagai kiper, tetapi hasil imbang membuatnya merasa kurang puas secara tim. 

Komentar Paes Pasca-Debut

Usai pertandingan, Paes berbicara blak-blakan kepada media. Ia mengakui bahwa performanya belum mencapai puncak. "Saya pikir penampilan saya sebagai kiper cukup baik, tapi saat menguasai bola, saya melakukan beberapa kesalahan kecil," ujar Paes dalam wawancara dengan ESPN. 

Ia menambahkan bahwa minimnya menit bermain sebelum bergabung dengan Ajax membuatnya butuh waktu untuk kembali ke ritme terbaik. 

Meski demikian, Paes tetap optimis. "Saya siap bangkit dan memberikan yang terbaik di laga-laga selanjutnya. Ini baru awal," katanya. 

Paes juga menyentuh aspek emosional dari laga ini. Melawan NEC Nijmegen, klub dari kota kelahirannya, membuat debutnya semakin spesial. "Ini seperti pulang ke rumah, tapi di sisi lain, saya harus profesional. 

Saya senang bisa bermain di sini, tapi tentu saja ingin menang," ungkapnya. Komentar ini menunjukkan kematangan mental Paes, yang mampu memisahkan emosi pribadi dengan tugas profesional. 

Ajax sendiri memberikan pujian atas debut Paes. Pelatih Ajax menyebut Paes sebagai "peran kunci" dalam menjaga gawang mereka tetap aman di tengah tekanan lawan. 

Media Belanda juga banjir pujian, menyebut performa Paes sebagai "gemilang" meskipun ada kesalahan kecil. Ini menjadi sinyal positif bahwa Paes bisa menjadi kiper utama Ajax di masa depan. 

Analisis Performa dan Tantangan ke Depan

Menganalisis performa Paes, kita bisa melihat bahwa kekuatannya terletak pada refleks dan kemampuan membaca permainan. 

Tujuh penyelamatan yang ia lakukan, termasuk beberapa yang krusial di menit-menit akhir, menyelamatkan Ajax dari kekalahan. 

Namun, kelemahan yang diakuinya sendiri penguasaan bola adalah aspek yang perlu ditingkatkan. Di era sepak bola modern, kiper tidak hanya penjaga gawang, tapi juga bagian dari build-up serangan. Ajax, dengan filosofi Total Football ala Johan Cruyff, menuntut kiper yang mahir dengan kaki.

Tantangan ke depan bagi Paes adalah konsistensi. Ajax sedang dalam fase rebuild setelah musim-musim sulit, dan tekanan dari fans serta media Belanda bisa sangat tinggi. Selain itu, sebagai pemain Timnas Indonesia, Paes harus menyeimbangkan jadwal antara klub dan negara. 

Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih berlangsung, dan Indonesia membutuhkannya di laga-laga penting. Jika Paes bisa beradaptasi cepat, ia berpotensi menjadi kiper utama Ajax dan membantu tim kembali ke puncak Eredivisie serta kompetisi Eropa.

Dari sisi sepak bola Indonesia, debut Paes di Ajax adalah angin segar. Banyak pemain Indonesia yang bermain di luar negeri, tapi jarang di klub sekelas Ajax. 

Ini bisa menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karir internasional. Selain itu, pengalaman Paes di level tinggi akan memperkuat Timnas Garuda, terutama dalam menghadapi lawan-lawan kuat di Asia.

Dampak Debut Paes terhadap Sepak Bola Indonesia

Debut Paes tidak hanya berdampak pada karir pribadinya, tapi juga pada sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Sejak naturalisasi Paes, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) semakin aktif mencari pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional. 

Paes menjadi contoh sukses bagaimana pemain dengan darah Indonesia bisa bersinar di level dunia. Penampilannya di Ajax akan menjadi sorotan di media Indonesia, meningkatkan minat masyarakat terhadap Eredivisie dan sepak bola Eropa.

Lebih jauh, ini bisa membuka pintu bagi kolaborasi antara klub Indonesia dan Ajax. Ajax dikenal dengan akademi muda mereka yang luar biasa, dan kerjasama scouting atau pelatihan bisa membantu perkembangan sepak bola Tanah Air. 

Fans Indonesia juga semakin antusias, dengan banyak yang mengikuti laga Ajax secara live streaming. Ini menciptakan komunitas baru penggemar sepak bola internasional di Indonesia.

Namun, ada juga kritik. Beberapa pihak berpendapat bahwa ketergantungan pada pemain naturalisasi bisa menghambat pengembangan talenta lokal. Paes sendiri menanggapi hal ini dengan positif, menyatakan bahwa ia ingin menjadi inspirasi bagi kiper-kiper muda Indonesia untuk bekerja keras dan mencapai level yang sama.

Kesimpulan: Awal dari Petualangan Baru

Debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam adalah momen bersejarah, baik bagi dirinya maupun sepak bola Indonesia. Meskipun ia mengakui belum berada dalam performa terbaik, penampilan solidnya menunjukkan potensi besar yang dimilikinya. 

Dengan kerja keras dan adaptasi yang cepat, Paes bisa menjadi bintang di Ajax dan terus berkontribusi untuk Timnas Indonesia. Bagi fans, ini adalah cerita inspiratif tentang perjuangan, adaptasi, dan ambisi. Mari kita nantikan laga-laga selanjutnya dari kiper berbakat ini. Apakah Paes akan mencapai clean sheet pertamanya segera? Waktu yang akan menjawab. 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya
  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya
  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya
  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya
  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya
  • Paes Akui Belum Maksimal Usai Debut di Ajax, Ini Pengakuannya

Posting Komentar

0%
Komentar 0 Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link