ElangUpdate | Jakarta, 17 September 2025 – Dalam langkah strategis untuk memperkuat pemerintahan di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang semakin kompleks, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menggelar perombakan kabinet atau yang dikenal sebagai reshuffle Kabinet Merah Putih jilid ke-3. Acara pelantikan ini berlangsung pada Rabu, 17 September 2025, di Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 14.00 WIB.
Perombakan ini melibatkan penunjukan 11 pejabat baru, termasuk menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga, yang diharapkan dapat membawa angin segar bagi implementasi program-program prioritas nasional.
Latar Belakang Reshuffle: Evaluasi Berkelanjutan Pemerintahan
Reshuffle kabinet kali ini bukanlah yang pertama sejak Prabowo Subianto dilantik sebagai presiden pada Oktober 2024. Kabinet Merah Putih, yang terdiri dari berbagai tokoh dari kalangan profesional, militer, dan politik, telah mengalami dua perombakan sebelumnya.
Jilid pertama terjadi tak lama setelah pelantikan awal, di mana beberapa posisi strategis diisi ulang untuk menyesuaikan dengan visi pemerintahan baru. Jilid kedua, yang digelar pada 8 September 2025, melibatkan penggantian lima menteri utama, termasuk posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Sri Mulyani Indrawati, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Selain itu, dibentuk Kementerian Haji dan Umrah baru dengan Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai menteri dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, reshuffle jilid ke-3 ini merupakan hasil dari evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh presiden. "Presiden terus memantau kinerja kabinet berdasarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pakar.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap jabatan diisi oleh putra-putri terbaik bangsa yang mampu menjalankan tugas dengan optimal," ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers singkat sebelum acara pelantikan.
Dinamika politik dan ekonomi saat ini menjadi pendorong utama perombakan ini. Indonesia sedang menghadapi tantangan seperti inflasi yang fluktuatif, ketegangan geopolitik di kawasan Asia Tenggara, serta kebutuhan mendesak untuk mempercepat program hilirisasi sumber daya alam.
Selain itu, isu perlindungan pekerja migran dan pengembangan sektor pemuda menjadi sorotan, mengingat jutaan anak muda Indonesia membutuhkan dorongan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
Reshuffle ini dianggap sebagai upaya presiden untuk menyuntikkan energi baru guna mewujudkan janji kampanye seperti swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan pembangunan infrastruktur strategis.
Rincian Pejabat yang Diganti dan Dilantik
Dalam reshuffle jilid ke-3 ini, Presiden Prabowo memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat beberapa pejabat utama, sementara menunjuk 11 tokoh baru untuk mengisi posisi kosong. Berikut adalah daftar lengkap pejabat baru yang dilantik:
Prabowo Subianto Bongkar-Pasang Kabinet Lagi! Inilah Fakta Mengejutkan Reshuffle Jilid 3
| Jabatan | Pejabat Baru |
|---|---|
| Menko Polkam | Djamari Chaniago |
| Menpora | Erick Thohir |
| Wamenaker | Afriansyah Noor |
| Wamenhut | Rohmat Marzuki |
| Ketua LKPP | Sarah Sadiqa |
| Kepala Badan Komunikasi Pemerintah | Angga Raka Prabowo |
| Wakil Kepala BGN | Sonny Sanjaya |
| Wamenkop | Farida Faricha |
| Wakil Kepala BGN | Naniek S Dayang |
| Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas & Reformasi Polri | Ahmad Dofiri |
| Kepala Staf Kepresidenan (KSP) | Muhammad Qodari |
Total, 11 pejabat baru bersumpah setia di hadapan presiden, dengan mengenakan dasi biru muda sebagai simbol kesatuan kabinet. Pelantikan ini berlangsung khidmat di Istana Negara, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan perwakilan dari berbagai lembaga.
Profil Singkat Pejabat Baru yang Menonjol
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Erick Thohir, pengusaha sukses dan mantan Menteri BUMN yang kini bergeser ke posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Dengan pengalaman panjang di bidang olahraga, termasuk sebagai ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick diharapkan mampu merevitalisasi sektor pemuda melalui program-program inovatif seperti pengembangan talenta atlet nasional dan peningkatan infrastruktur olahraga di daerah terpencil.
"Saya siap berkontribusi untuk membangun generasi emas Indonesia," ujar Erick Thohir usai pelantikan.
Letjen (Purn) Djamari Chaniago, senior Prabowo dari Akademi Militer, ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Latar belakang militernya yang solid diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara lembaga keamanan dan hukum, terutama dalam menangani isu terorisme dan kejahatan siber yang semakin marak.
Sementara itu, Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) membawa perspektif survei dan analisis data, mengingat latar belakangnya sebagai pakar politik dari lembaga riset terkemuka.
Penunjukan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah juga menarik perhatian, karena ia adalah kerabat dekat presiden. Namun, pengalamannya di bidang komunikasi digital diharapkan dapat meningkatkan transparansi pemerintahan melalui platform media sosial.
Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, yang menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas & Reformasi Polri, dikenal dengan rekam jejaknya dalam reformasi kepolisian, yang akan membantu dalam investigasi khusus pemerintahan.
Nama-nama seperti Sarah Sadiqa sebagai Ketua LKPP dan Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi juga menambah warna baru. Sarah, dengan pengalaman di bidang pengadaan barang dan jasa, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan proyek pemerintah.
Farida, yang memiliki latar belakang di sektor koperasi, dianggap mampu memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan usaha kecil dan menengah.
Implikasi Reshuffle terhadap Kebijakan Nasional
Perombakan ini diantisipasi akan berdampak signifikan pada arah kebijakan pemerintahan Prabowo. Di sektor keamanan, Djamari Chaniago kemungkinan akan mempercepat implementasi reformasi Polri, termasuk peningkatan teknologi pengawasan perbatasan dan penanganan ancaman siber.
Sementara itu, Erick Thohir di Menpora bisa mendorong anggaran lebih besar untuk program "Gerakan Nasional Pemuda Sehat", yang selaras dengan visi swasembada pangan melalui keterlibatan pemuda di sektor pertanian.
Secara ekonomi, penggeseran Erick dari BUMN ke Menpora membuka peluang bagi Rosan Roeslani, yang memiliki pengalaman di sektor swasta, untuk merevitalisasi BUMN yang selama ini dikritik karena inefisiensi.
Rosan, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, diharapkan dapat membawa pendekatan bisnis yang lebih modern ke sektor BUMN. Analis politik dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, menyatakan bahwa reshuffle ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk menjaga keseimbangan antara loyalitas politik dan kompetensi profesional. "Ini adalah strategi cerdas untuk menjaga stabilitas kabinet sambil merespons tuntutan publik akan perubahan," katanya.
Namun, tidak sedikit pula kritik yang muncul. Beberapa aktivis oposisi di media sosial menyoroti bahwa perombakan ini masih didominasi oleh figur-figur dekat presiden, yang berpotensi mengurangi pluralisme.
Di platform X, tagar #ReshuffleJilid3 menjadi trending, dengan ribuan postingan yang membahas komposisi kabinet baru dan spekulasi tentang motif politik di balik penunjukan Muhammad Qodari.
Meski demikian, dukungan dari kalangan pengusaha dan militer tampak kuat, melihat ini sebagai langkah positif untuk mempercepat pembangunan.
Reaksi Masyarakat dan Tokoh Politik
Reaksi masyarakat terhadap reshuffle ini beragam. Di Jakarta, sekelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia menggelar diskusi terbuka, menyambut baik penunjukan Erick Thohir karena dianggap lebih berorientasi pada prestasi daripada politik. "Olahraga adalah jendela harapan bagi pemuda, dan Erick punya track record bagus," kata salah seorang mahasiswa, Rina Sari.
Dari kubu politik, Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memuji keputusan presiden sebagai bentuk kepemimpinan yang adaptif.
"Reshuffle ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo serius dalam menjalankan visi Indonesia Emas 2045," ujarnya. Sementara itu, oposisi dari PDI-P menyatakan kekhawatiran atas dominasi elemen militer dalam kabinet, meskipun mereka mengakui hak prerogatif presiden dalam menentukan komposisi kabinet.
Beberapa anggota DPR dari fraksi lain juga menyuarakan perlunya pengawasan ketat terhadap kinerja pejabat baru, terutama di sektor-sektor strategis seperti BUMN dan keamanan.
Di kalangan masyarakat, reshuffle ini memicu diskusi hangat di media sosial. Sejumlah pengguna X memuji langkah presiden untuk memasukkan figur seperti Sarah Sadiqa dan Farida Faricha, yang dianggap mewakili profesionalisme dan keberagaman.
Namun, ada pula yang mempertanyakan minimnya representasi perempuan dalam posisi menteri utama, dengan hanya beberapa nama seperti Farida yang masuk dalam daftar wakil menteri.
Kesimpulan: Menuju Pemerintahan yang Lebih Kuat
Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid ke-3 pada 17 September 2025 menandai babak baru dalam perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan penunjukan tokoh-tokoh berpengalaman seperti Erick Thohir, Djamari Chaniago, dan Sarah Sadiqa, presiden menunjukkan tekad untuk membangun tim yang solid dan inovatif.
Meski ada kritik terkait dominasi figur tertentu, langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target nasional, seperti pertumbuhan ekonomi 7 persen, pengurangan kemiskinan, dan penguatan sektor pemuda serta olahraga.
Acara pelantikan berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama dan foto keluarga kabinet. Presiden Prabowo menutup sambutannya dengan pesan optimis: "Bersama, kita wujudkan Indonesia yang merah putih, kuat, dan sejahtera."
Ke depan, publik menanti bagaimana pejabat baru ini akan menjalankan amanahnya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di tengah tantangan global dan domestik yang semakin kompleks.
Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.