Profil Lengkap El Mencho (Pendiri CJNG): Biografi, Awal Karier, Kekayaan, dan Status Buronan Internasional
![]() |
| El Mencho : dari berbagai sumber |
ElangUpdate - Jakarta, 24 Februari 2026 - Bayangkan seorang anak laki-laki yang tumbuh di desa kecil di Meksiko, dikelilingi kemiskinan dan ladang alpukat yang hijau.
Dia memulai hidupnya sebagai petani sederhana, tapi nasib membawanya ke dunia gelap perdagangan narkoba, di mana dia menjadi salah satu buronan paling dicari di dunia.
Kisah ini adalah tentang Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal sebagai El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG).
Baru-baru ini, pada Februari 2026, Meksiko berhasil menewaskannya dalam operasi militer yang dramatis, tapi kematiannya justru memicu kekacauan besar di beberapa negara bagian.
Artikel ini akan mengupas perjalanan hidupnya dari awal yang sederhana hingga menjadi raja narkoba yang ditakuti, dengan struktur yang jelas dan detail mendalam untuk memahami bagaimana satu orang bisa mengubah lanskap kejahatan global.
Awal Hidup di Tengah Kemiskinan Michoacán
El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, sebuah kota kecil di negara bagian Michoacán, Meksiko. Daerah ini terkenal dengan produksi alpukatnya, tapi juga dikenal sebagai sarang konflik kartel narkoba. Sejak kecil, Nemesio tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Keluarganya hidup dari bertani, dan kemiskinan menjadi bagian sehari-hari. Tidak ada pendidikan formal yang memadai, dan peluang kerja terbatas.
Michoacán saat itu sudah mulai dirasuki pengaruh kartel, di mana banyak pemuda tergoda untuk bergabung demi uang cepat.
Saat remaja, sekitar usia 17 tahun, Nemesio memutuskan untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat. Dia menyeberang perbatasan secara ilegal, seperti jutaan imigran Meksiko lainnya.
Tujuannya adalah San Francisco, California, di mana dia berharap bisa bekerja dan mengirim uang pulang. Namun, mimpi Amerika itu tidak berjalan mulus. Di usia 19 tahun, dia ditangkap oleh polisi AS karena pencurian dan kepemilikan senjata api ilegal.
Ini adalah kontak pertamanya dengan sistem hukum, dan akibatnya, dia dideportasi kembali ke Meksiko.
Tapi Nemesio bukan tipe yang mudah menyerah. Dia kembali menyeberang ke AS secara ilegal. Kali ini, petualangannya berakhir lebih buruk. Pada 1992, dia ditangkap lagi, kali ini terkait kasus narkoba. Dia mengaku bersalah atas tuduhan distribusi narkotika dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara di fasilitas federal AS.
Setelah menyelesaikan masa tahanan, dia dideportasi lagi ke Meksiko. Pengalaman ini mungkin menjadi titik balik, di mana dia belajar tentang dunia bawah tanah yang lebih dalam.
Kembali ke Meksiko: Dari Polisi hingga Petani Alpukat
Setelah deportasi kedua, Nemesio kembali ke Michoacán. Di sini, dia mencoba hidup normal. Dia sempat bergabung dengan polisi lokal, sebuah pekerjaan yang ironis mengingat masa lalunya.
Namun, korupsi di kepolisian Meksiko saat itu sangat merajalela, dan banyak petugas yang terlibat dengan kartel. Nemesio mungkin melihat ini sebagai peluang untuk belajar dari dalam sistem.
Sambil bekerja sebagai polisi, dia juga menjadi petani alpukat, memanfaatkan tanah subur di daerah asalnya.
Ladang alpukat di Michoacán bukan hanya sumber penghasilan, tapi juga arena perebutan kekuasaan. Kartel sering memeras petani untuk "biaya perlindungan" atau mengambil alih lahan untuk menanam opium atau marijuana.
Nemesio, dengan latar belakangnya, mulai terlibat lebih dalam. Dia bergabung dengan Kartel Milenio, sebuah organisasi narkoba yang saat itu sedang berkembang. Di bawah pimpinan Ignacio "Nacho" Coronel, Nemesio naik pangkat dengan cepat berkat kecerdasannya dan keberaniannya.
Nacho Coronel adalah salah satu tokoh kunci di dunia narkoba Meksiko, yang bekerja sama dengan Kartel Sinaloa pimpinan Joaquin "El Chapo" Guzman.
Nemesio belajar banyak dari Coronel, termasuk strategi distribusi narkoba ke AS. Namun, pada 2010, Coronel tewas dalam operasi militer Meksiko. Kematian ini menciptakan kekosongan kekuasaan, dan Nemesio melihatnya sebagai kesempatan emas untuk naik ke puncak.
Pendirian CJNG: Dari Sekutu Menjadi Musuh
Sekitar 2007 hingga 2009, Nemesio ikut mendirikan Kartel Jalisco New Generation (CJNG). Awalnya, CJNG adalah cabang dari Kartel Sinaloa, bertugas menjaga wilayah Jalisco dari saingan seperti Los Zetas.
Namun, setelah kematian Coronel, hubungan mulai retak. CJNG memutuskan untuk mandiri dan bahkan berperang melawan Sinaloa. Perang ini berdarah-darah, dengan ribuan korban jiwa.
Di bawah kepemimpinan El Mencho, CJNG berkembang pesat. Menurut Badan Penegakan Narkoba AS (DEA), CJNG menjadi salah satu kartel terkuat di Meksiko, setara dengan Sinaloa.
Jaringan mereka meluas ke 50 negara bagian AS, mendistribusikan fentanyl, methamphetamine, kokain, dan heroin. Pendapatan tahunan mencapai miliaran dolar, membuat El Mencho menjadi miliarder gelap.
CJNG bukan hanya tentang narkoba. Mereka diversifikasi ke pemerasan, penculikan, dan kontrol atas industri alpukat. Di Michoacán, kartel ini memonopoli ekspor alpukat, memaksa petani membayar "pajak" atau menghadapi kekerasan. Ini memengaruhi harga alpukat global, termasuk di AS.
Inovasi Kekerasan: Drone, Ranjau, dan Serangan Besar
Apa yang membuat CJNG unik adalah inovasi dalam kekerasan. Mereka menjadi pelopor penggunaan drone untuk menjatuhkan bom ke musuh atau pasukan pemerintah.
Mereka juga menanam ranjau darat di jalanan, sebuah taktik yang mirip dengan perang gerilya. Pada 2015, CJNG berhasil menembak jatuh helikopter militer Meksiko, menewaskan sembilan tentara.
Serangan paling berani terjadi pada 2020, ketika mereka mencoba membunuh Kepala Polisi Mexico City dengan granat dan senapan mesin di siang hari bolong.
Ini menunjukkan keberanian dan sumber daya mereka. El Mencho membangun aura misterius; bertahun-tahun tidak ada foto terbaru darinya, membuatnya sulit dilacak.
Pemerintah AS menawarkan hadiah $15 juta untuk informasi tentangnya, salah satu bounty tertinggi setelah Osama bin Laden.
Keluarganya juga terlibat. Saudaranya, yang dijuluki "Tony Montana", ditangkap pada 2022. Menantunya bahkan memalsukan kematiannya untuk bersembunyi di California, dengan bantuan El Mencho. Pada Februari 2026, pemerintahan Donald Trump menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing, meningkatkan tekanan internasional.
Kematian Dramatis dan Kekacauan yang Mengikuti
Akhir kisah El Mencho datang pada 22 Februari 2026. Dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco, pasukan khusus Meksiko, didukung intelijen AS, menyerbu persembunyiannya.
El Mencho terluka parah dalam baku tembak dan mati saat diterbangkan ke Mexico City dengan helikopter militer. Kematiannya dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Meksiko, menjadi pukulan besar bagi CJNG.
Namun, respons kartel cepat dan brutal. Dalam hitungan jam, anggota CJNG memicu kekacauan di lima negara bagian: Jalisco, Guanajuato, Colima, Michoacán, dan Zacatecas. Mereka membakar kendaraan, mendirikan blokade jalan, dan menyerang bisnis.
Guadalajara, kota terbesar ketiga di Meksiko, lumpuh total. Bandara ditutup, wisatawan terjebak, dan militer dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.) Kekerasan ini menyebabkan puluhan korban, termasuk anggota Garda Nasional.
Operasi ini dilacak melalui pertemuan rahasia El Mencho dengan pasangan romantisnya, yang menjadi kunci intelijen.
Ini menunjukkan betapa sulitnya menangkapnya selama bertahun-tahun, berkat jaringan pelindung dan korupsi.
Dampak Jangka Panjang: Apakah CJNG Akan Runtuh?
Kematian El Mencho adalah kemenangan bagi Meksiko dan AS, tapi apakah ini akhir CJNG? Analis ragu.
Kartel ini terstruktur dengan baik, dengan pemimpin cadangan siap menggantikan. Perebutan kekuasaan internal bisa memicu lebih banyak kekerasan, seperti yang terjadi setelah kematian pemimpin kartel sebelumnya.
Dampak global juga besar. CJNG bertanggung jawab atas banjir fentanyl ke AS, yang menyebabkan puluhan ribu overdosis setiap tahun.
Dengan penetapan sebagai teroris, operasi internasional mungkin meningkat. Namun, akar masalah kemiskinan, korupsi, dan permintaan narkoba masih ada.
Kisah El Mencho adalah pengingat bagaimana seseorang dari latar belakang sederhana bisa naik ke puncak kejahatan.
Dari petani alpukat menjadi buronan dunia, perjalanannya penuh liku dan darah. Kematiannya mungkin membuka babak baru dalam perang melawan narkoba, tapi tantangan masih panjang.

Posting Komentar