Juventus Kalahkan Inter Milan 4-3 dalam Derby d'Italia Penuh Drama
ElangUpdate | Turin, 14 September 2025 – Derby d'Italia di Allianz Stadium malam tadi, Sabtu (13/9/2025), menjadi panggung epik ketika Juventus mengalahkan Inter Milan dengan skor ketat 4-3 dalam lanjutan pekan ketiga Serie A 2025/2026.
Pertandingan ini menyuguhkan tujuh gol, tensi tinggi, dan momen menegangkan hingga detik akhir. Kemenangan ini membuat Juventus kokoh di puncak klasemen, sementara Inter Milan harus menelan pil pahit setelah comeback dramatis Bianconeri.
Momentum dan Persiapan Kedua Tim
Juventus memasuki laga ini dengan performa sempurna, memenangkan dua laga pembuka tanpa kebobolan. Kemenangan 2-0 atas Parma dan 3-1 melawan Genoa menunjukkan soliditas di bawah arahan pelatih Igor Tudor. Sebaliknya, Inter Milan, yang musim lalu runer up Serie A, tersendat setelah kalah 2-1 dari Udinese di pekan kedua, meski memulai musim dengan kemenangan 4-0 atas Lecce. Kekalahan itu membuat Cristian Chivu harus meracik ulang strategi, terutama dengan tambahan rekrutan baru seperti Manuel Akanji dari Manchester City.
Rivalitas Derby d'Italia selalu sarat gengsi. Juventus unggul dalam rekor pertemuan dengan 18 kemenangan dari 40 laga terakhir melawan Inter, yang hanya meraih 9 kemenangan.
Musim lalu, kedua tim bermain imbang 4-4 di San Siro, sementara Juventus menang 1-0 di Turin. Dengan atmosfer panas di Allianz Stadium, laga ini diprediksi akan sengit sejak peluit awal.
Formasi dan Strategi
Juventus turun dengan formasi 3-5-1-1, mengandalkan Kenan Yildiz dan Dusan Vlahovic di lini depan. Lini tengah diisi Manuel Locatelli dan Teun Koopmeiners dengan Khéphren Thuram dan Weston McKennie di sayap. Absennya Andrea Cambiaso karena skorsing dan cedera Francisco Conceicao serta Edon Zhegrova memaksa Tudor menyesuaikan komposisi. Michele Di Gregorio tetap menjadi andalan di bawah mistar.
Inter, dengan skema 3-5-2, menurunkan Marcus Thuram sebagai ujung tombak, didukung Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella. Manuel Akanji langsung debut di lini belakang bersama Alessandro Bastoni, sementara Yann Sommer menjaga gawang. Chivu mengincar kecepatan Denzel Dumfries untuk menyerang sisi kiri pertahanan Juventus.
Jalannya Pertandingan: Drama Tujuh Gol
Pertandingan langsung panas sejak menit awal. Juventus unggul lebih dulu di menit ke-14 melalui gol Lloyd Kelly, yang melepaskan tendangan voli setelah menerima umpan dari Gleison Bremer. Gol ini memanaskan atmosfer stadion. Inter membalas di menit ke-30 melalui Hakan Calhanoglu, yang menembakkan tendangan mendatar akurat dari luar kotak penalti, menyamakan skor 1-1.
Juventus kembali memimpin di menit ke-38. Kenan Yildiz, bintang muda Bianconeri, melakukan aksi solo sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok gawang Sommer, membuat skor menjadi 2-1 hingga turun minum. Babak pertama menunjukkan permainan terbuka, dengan Juventus menguasai 54% bola dan masing-masing tim melepaskan 5 tembakan ke arah gawang.
Babak kedua semakin liar. Inter menyamakan kedudukan di menit ke-65, lagi-lagi lewat Calhanoglu, yang memanfaatkan umpan Carlos Augusto untuk mencetak gol keduanya. Inter bahkan berbalik unggul di menit ke-76 melalui sundulan Marcus Thuram setelah lewat sepak pojok dari Federico Dimarco, membuat skor 3-2. Sorakan suporter Inter di tribun tamu menggema, tapi kegembiraan mereka tak bertahan lama.
Juventus bangkit di menit ke-82. Khephren Thuram, saudara Marcus, mencetak gol penyama kedudukan dengan sundulan kepala setelah memanfaatkan sepak pojok di kotak penalti Inter. Momen ini menjadi sorotan karena duel kakak-adik Thuram di lapangan, disaksikan ayah mereka, Lilian Thuram, dari tribun. Drama mencapai puncak di menit ke-91, ketika Vasilije Adzic melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler yang tak mampu dihentikan Sommer, memastikan kemenangan 4-3 untuk Juventus.
Statistik dan Kontroversi
Statistik pertandingan menunjukkan Juventus unggul tipis dengan penguasaan bola 56% dan 14 tembakan (7 on target) dibandingkan 12 tembakan Inter (6 on target). Lloyd Kelly dan Kenan Yildiz menjadi bintang dengan kontribusi gol, sementara Adzic menyegel kemenangan. Di kubu Inter, Calhanoglu tampil gemilang dengan dua gol, tapi lini belakang mereka rapuh.
Kontroversi muncul terkait keputusan wasit di menit-menit akhir. Chivu mengeluhkan keputusan offside yang dianulir pada peluang Inter, menyebutnya "merugikan." Sebaliknya, Tudor memuji mentalitas timnya yang tak menyerah. Cedera ringan Khephren Thuram di akhir laga menjadi perhatian bagi Juventus jelang laga berikutnya.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan ini membawa Juventus mengemas 9 poin dari tiga laga, memimpin klasemen Serie A. Inter tertahan di peringkat keenam dengan 3 poin, tertekan untuk bangkit di laga berikutnya melawan Sassuolo. Juventus akan menghadapi Hellas Verona di pekan depan, dengan kepercayaan diri yang kian meningkat.
Kesimpulan: Derby d'Italia yang Tak Terlupakan
Pertandingan ini membuktikan mengapa Derby d'Italia selalu dinanti. Juventus menunjukkan karakter juara dengan comeback luar biasa, sementara Inter harus memperbaiki konsistensi di lini belakang. Gol-gol dari Kelly, Yildiz, Khephren Thuram, dan Adzic akan dikenang penggemar Bianconeri, sedangkan Inter harus belajar dari kekalahan ini. Serie A 2025/2026 baru dimulai, tapi laga ini sudah menegaskan bahwa persaingan akan sengit hingga akhir musim.

Posting Komentar