Hasil Como vs Roma di Serie A Pekan ke-29 2025/2026: Skor, Statistik, dan Momen Kunci Pertandingan
![]() |
| Martin Baturina setelah mencetak gol ke gawang roma/source x |
ElangSPORT - Siapa sangka, pertandingan yang seharusnya ketat antara dua tim pemburu tiket Liga Champions justru berakhir dengan drama luar biasa di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Minggu (15 Maret 2026) malam waktu setempat.
Como berhasil membalikkan keadaan dan menumbangkan AS Roma dengan skor 2-1. Gol penalti Donyell Malen membawa Roma unggul cepat, tapi Anastasios Douvikas dan Diego Carlos di babak kedua memastikan tiga poin untuk tuan rumah.
Ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan comeback yang bikin fans Como berteriak kegirangan dan Roma pulang dengan kepala tertunduk.
Sebelum kick-off, suasana sudah panas. Como sedang berada di jalur bagus di bawah asuhan Cesc Fabregas. Mereka datang dengan modal tiga kemenangan beruntun dan ingin mempertahankan posisi nyaman di papan atas.
Sementara Roma, yang juga mengincar zona Eropa, kehilangan beberapa pemain kunci seperti Matias Soulé, Paulo Dybala, Artem Dovbyk, dan Evan Ferguson. Ditambah Evan Ndicka yang disuspend, pelatih Roma terpaksa merombak susunan pemain.
Pertandingan ini seperti final mini untuk perebutan tempat di Liga Champions musim depan. Siapa yang menang, peluangnya langsung melesat.
Babak Pertama: Roma Kejar Keunggulan Cepat
Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Roma sudah unggul. Como lagi asyik membangun serangan dari belakang, tapi ada kesalahan passing yang membuat Stephan El Shaarawy berhasil merebut bola. Diego Carlos terpaksa menjatuhkan El Shaarawy di kotak penalti.
Wasit langsung menunjuk titik putih. Donyell Malen yang maju sebagai eksekutor tidak ragu-ragu. Tendangannya keras dan rendah ke pojok kiri bawah gawang Jean Butez. Skor 1-0 untuk Roma. Stadion yang tadinya riuh mendukung Como langsung hening sejenak.
Setelah gol itu, Roma bermain lebih tenang. Mereka mengandalkan counter-attack cepat lewat Malen dan El Shaarawy.
Sementara Como tidak langsung panik. Mereka tetap menguasai bola dan mencoba membangun serangan lewat sayap. Nico Paz sempat mengancam dengan tendangan sudut yang sulit diantisipasi Mile Svilar.
Alex Valle juga melepaskan half-volley yang masih melenceng tipis. Roma sempat bertahan rapat, bahkan Wesley melakukan blok krusial untuk mencegah Sergi Roberto mencetak gol mudah.
Mendekati akhir babak pertama, Como hampir menyamakan kedudukan. Maxence Caqueret berhasil merebut bola di tengah, lalu memberikan umpan tarik ke Nico Paz. Sayang, tembakan Paz melambung di atas mistar.
Babak pertama berakhir dengan skor 0-1, tapi momentum sebenarnya mulai bergeser ke arah Como. Mereka lebih sering mengancam, sementara Roma hanya mengandalkan satu gol penalti tadi.
Babak Kedua: Fabregas Berani Ubah Strategi
Di ruang ganti, Cesc Fabregas langsung ambil tindakan berani. Dia memasukkan Anastasios Douvikas dan Assane Diao sejak menit awal babak kedua. Perubahan itu langsung terasa. Como bermain lebih agresif, pressing tinggi, dan memanfaatkan kelemahan Roma yang mulai kelelahan.
Menit ke-59, impian Como jadi kenyataan. Alex Valle mengirim umpan terobosan sempurna. Douvikas berhasil lolos jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Svilar.
Pemain Yunani itu tenang, melepaskan tembakan rendah yang merayap di bawah tubuh kiper Roma. Skor menjadi 1-1! Stadion Giuseppe Sinigaglia langsung meledak. Para fans Como bangkit berdiri, sorak-sorai tak henti-henti.
Tapi cerita belum selesai. Hanya lima menit kemudian, tepatnya menit ke-64, terjadi momen kontroversial yang mengubah segalanya. Wesley, bek Roma, melakukan tackle terhadap Assane Diao. Kontaknya terlihat sangat ringan, bahkan ada yang bilang Devyne Rensch lebih berperan membuat Diao jatuh.
Wasit tetap memberikan kartu kuning kedua untuk Wesley. Roma harus bermain dengan 10 orang! VAR tidak bisa intervensi karena sudah sesuai protokol. Dari situ, Roma langsung kewalahan.
Gol Penentu dan Akhir Dramatis
Dengan keunggulan jumlah pemain, Como semakin mendominasi. Menit ke-79, serangan mereka akhirnya membuahkan hasil. Assane Diao melepaskan tembakan keras yang sempat ditepis Svilar. Lalu Ivan Smolcic mencoba dari jarak dekat, lagi-lagi Svilar berhasil menyelamatkan. Tapi bola pantul langsung jatuh ke kaki Diego Carlos.
Bek Brasil itu dengan tenang mendorong bola ke gawang kosong dari jarak enam yard. Gol! Skor 2-1 untuk Como. Diego Carlos merayakan dengan penuh emosi—katanya ini hadiah ulang tahun terbaiknya, sekaligus gol Serie A pertamanya.
Roma mencoba bangkit di sisa waktu. Malen sempat melakukan counter-attack, tapi tembakannya diblok mentah. Nico Paz juga hampir mencetak gol ketiga, tapi Svilar berhasil mengantisipasi. Lucas Da Cunha bahkan sempat mengenai tiang gawang dengan tembakan kiri kakinya. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit Davide Massa, skor tetap 2-1. Como menang, Roma kalah dan harus puas dengan kekalahan yang menyakitkan.
Statistik Lengkap Pertandingan
Angka-angka berbicara banyak. Como benar-benar mendominasi setelah babak kedua:
- Penguasaan bola: Como 65% – Roma 35%
- Tembakan total: Como 22 – Roma 4
- Tembakan tepat sasaran: Como 7 – Roma 1
- Expected Goals (xG): Como 2.22 – Roma 0.86
- Corner kicks: Como 7 – Roma 1
- Big chances: Como 4 – Roma 1
- Passing accuracy: Como 88% (477/548) – Roma 76% (202/276)
- Kartu kuning: Como 2 – Roma 3 (plus 1 kartu merah)
- Saves: Svilar (Roma) melakukan beberapa penyelamatan krusial, sementara Butez relatif aman.
Statistik ini menunjukkan betapa Como mengontrol permainan setelah Roma kehilangan Wesley. Roma hampir tidak punya peluang bersih sepanjang babak kedua.
Performa Pemain Terbaik
Douvikas pantas jadi man of the match dengan gol penyama dan kerja kerasnya. Diego Carlos tidak hanya mencetak gol kemenangan, tapi juga terlibat dalam insiden penalti meski akhirnya menebusnya. Nico Paz dan Assane Diao juga brilian sebagai motor serangan. Di lini belakang, Ivan Smolcic dan Alex Valle solid.
Untuk Roma, Malen mencetak gol dan menjadi ancaman utama. Svilar melakukan beberapa save bagus meski kebobolan dua kali. Sayang, Wesley jadi sorotan negatif karena kartu merahnya yang kontroversial. El Shaarawy juga cukup aktif di awal, tapi Roma secara keseluruhan kurang tajam.
Dampak ke Klasemen Serie A
Kemenangan ini membawa Como mengumpulkan 54 poin dari 29 pertandingan dan naik ke posisi keempat, tepat di zona Liga Champions. Mereka sekarang unggul dari Roma yang tertahan di posisi keenam dengan 51 poin.
Juventus yang menang sebelumnya juga ikut memanaskan persaingan. Dengan sisa pertandingan tinggal sedikit, setiap hasil akan menentukan siapa yang lolos ke Eropa musim depan. Bagi Como, ini seperti mimpi yang jadi nyata tim promosi yang kini bersaing di level tertinggi.
Roma tentu kecewa. Mereka sempat memimpin, tapi kehilangan disiplin dan akhirnya kebobolan dua gol dari tim yang lebih lapar. Pelatih Roma pasti akan banyak memikirkan keputusan taktis dan kontroversi kartu merah itu di minggu depan.
Kesimpulan: Drama yang Layak Diingat
Como vs Roma pekan ke-29 Serie A 2025/2026 ini adalah pertandingan klasik yang penuh emosi. Dari gol cepat Roma, comeback Como, kartu merah kontroversial, hingga gol penentu di menit-menit krusial semuanya seperti skenario film. Cesc Fabregas membuktikan lagi bahwa taktiknya jitu, sementara Roma harus belajar dari kesalahan mereka.
Bagi para fans, ini pengingat bahwa sepak bola selalu penuh kejutan. Como sekarang punya momentum besar menuju akhir musim. Roma? Mereka harus bangkit cepat kalau tidak ingin kehilangan tiket Eropa. Tunggu apa lagi? Musim ini masih panjang, dan persaingan semakin seru!

Posting Komentar