Rahasia Lantai Tawaf Tetap Dingin Meski Cuaca Mekkah Panas Terik, Ini Penjelasan Ilmiahnya
![]() |
| suhu udara bisa mencapai lebih dari 45°C di bawah sinar matahari yang terik. foto : AI |
ElangUpdate - Jakarta, 21 Februari 2026 - Di tengah gurun pasir Arab Saudi yang panas menyengat, Masjidil Haram di Mekkah menjadi pusat spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Setiap tahun, jutaan peziarah datang untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, termasuk ritual tawaf mengelilingi Ka'bah.
Salah satu hal yang sering membuat takjub adalah lantai area tawaf, atau yang dikenal sebagai Mataf, yang tetap terasa dingin meskipun suhu udara bisa mencapai lebih dari 45°C di bawah sinar matahari yang terik.
Bagaimana hal ini mungkin? Apakah ada keajaiban alam atau rekayasa manusia yang canggih di baliknya?
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas rahasia di balik kesejukan lantai tawaf ini, berdasarkan fakta ilmiah dan teknik arsitektur modern yang diterapkan.
Pendahuluan: Fenomena Kesejukan di Tengah Panas Gurun
Mekkah dikenal dengan iklimnya yang ekstrem. Suhu siang hari sering kali melampaui 40°C, dan selama musim haji, panas bisa menjadi tantangan besar bagi peziarah yang harus berjalan tanpa alas kaki di area suci.
Namun, lantai marmer putih di sekitar Ka'bah justru memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Banyak yang mengira ini karena sistem pendingin bawah tanah seperti pipa air dingin, tapi kenyataannya lebih sederhana namun cerdas: kombinasi bahan alami berkualitas tinggi dan desain struktural yang inovatif.
Fenomena ini bukan hanya kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang oleh otoritas Saudi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jutaan umat.
Bayangkan berjalan di atas permukaan yang seharusnya panas membara, tapi justru terasa seperti menyentuh es di musim panas.
Ini bukan mitos, melainkan fakta yang telah dibuktikan oleh studi ilmiah. Sebuah penelitian pada 2021 tentang pavemen marmer putih dingin di Masjidil Haram menunjukkan bahwa material ini memainkan peran krusial dalam menjaga suhu permukaan tetap rendah, sehingga aman untuk peziarah bertelanjang kaki.
Mari kita telusuri lebih dalam bahan dan teknologi yang digunakan.
Bahan Utama yang Membuat Lantai Tetap Dingin
Lantai tawaf dibangun dengan bahan-bahan pilihan yang dirancang untuk melawan panas. Bahan utama adalah marmer Thassos, sebuah jenis marmer dolomitik yang diimpor khusus dari Pulau Thassos di Yunani.
Marmer ini bukan sembarang batu; ia memiliki koefisien penyerapan panas yang rendah dan kemampuan refleksi sinar matahari yang tinggi. Warna putihnya yang murni, sering disebut "snow white", memantulkan sebagian besar radiasi matahari alih-alih menyerapnya, berbeda dengan material gelap seperti aspal atau beton yang bisa menjadi sangat panas.
Setiap lempengan marmer memiliki ketebalan sekitar 5 cm, panjang 120 cm, dan lebar 60 cm. Yang membuatnya istimewa adalah pori-pori halusnya yang mampu menyerap kelembaban dan dingin pada malam hari.
![]() |
| Source : IG khobarstories |
Saat siang tiba, kelembaban ini dilepaskan secara perlahan, menciptakan efek pendinginan evaporatif yang alami.
Proses ini mirip dengan bagaimana tubuh manusia berkeringat untuk mendinginkan diri, tapi diterapkan pada permukaan batu. Hasilnya, suhu lantai tetap moderat bahkan saat suhu sekitar melonjak.
Di bawah lapisan marmer ini, terdapat lapisan isolasi khusus yang mencegah panas dari tanah naik ke permukaan.
Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang termal, memastikan bahwa panas gurun tidak merembes ke atas. Selain itu, ada ruang-ruang udara permeable yang memungkinkan sirkulasi udara, mempercepat disipasi panas ke bawah dan samping.
Dasar lantai didukung oleh beton kuat yang tidak hanya menahan beban jutaan orang, tapi juga berkontribusi pada stabilitas termal keseluruhan.
Meskipun ada rumor tentang sistem pipa pendingin, otoritas resmi seperti General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques telah membantahnya.
Kesejukan murni berasal dari sifat alami marmer dan desain arsitektur, bukan teknologi mekanis seperti AC bawah tanah.Ini membuat sistem ini efisien energi dan ramah lingkungan, sesuai dengan prinsip keberlanjutan di era modern.
Cara Kerja Sistem Pendinginan Alami
Bagaimana semua elemen ini bekerja sama? Pertama, refleksi sinar matahari oleh marmer Thassos mengurangi penyerapan panas hingga minimum. Studi menunjukkan bahwa marmer ini bisa menurunkan suhu permukaan secara signifikan dibandingkan material lain di kondisi iklim yang sama.
Kedua, pori-pori marmer menyerap uap air dari udara malam yang lebih dingin dan lembab, lalu melepaskannya saat panas siang hari, menciptakan pendinginan melalui penguapan.
Ketiga, desain struktural dengan lapisan isolasi dan ruang udara memungkinkan panas yang tersisa untuk hilang dengan cepat. Gerakan konstan peziarah juga menghasilkan aliran udara di permukaan, yang membantu mendinginkan lantai lebih lanjut.
Area Mataf yang luas dan terbuka memfasilitasi sirkulasi udara alami, mencegah akumulasi panas. Kombinasi ini membuat lantai tetap dingin sepanjang hari, memberikan kenyamanan bagi peziarah yang beribadah berjam-jam.
Dari perspektif ilmiah, ini adalah contoh sempurna dari "cool pavement" technology, di mana material reflektif digunakan untuk mengurangi efek urban heat island.
Di Mekkah, teknologi ini tidak hanya praktis tapi juga esensial untuk keselamatan, karena panas berlebih bisa menyebabkan luka bakar pada kaki telanjang.
Sejarah dan Pemeliharaan Lantai Tawaf
Penggunaan marmer Thassos di Masjidil Haram bukan hal baru. Saudi Arabia telah mengimpor material ini selama puluhan tahun untuk kedua Masjid Suci, termasuk Masjid Nabawi di Madinah.
Pemilihan ini didasarkan pada uji coba dan penelitian mendalam untuk menemukan batu yang paling sesuai dengan kondisi ekstrem Mekkah.
Pemeliharaan dilakukan secara kontinu oleh tim lebih dari 40 insinyur dan teknisi yang bekerja 24/7. Mereka memastikan setiap lempengan marmer tetap dalam kondisi prima, membersihkan pori-pori agar fungsi penyerapan kelembaban tidak terganggu.
Renovasi berkala juga dilakukan untuk mengganti bagian yang rusak, memastikan lantai tetap aman dan dingin untuk generasi mendatang.
Sejarahnya, desain ini berkembang seiring ekspansi Masjidil Haram. Pada era modern, Raja-raja Saudi seperti Raja Abdulaziz dan penerusnya telah berinvestasi besar dalam teknologi ini, menggabungkan tradisi Islam dengan inovasi kontemporer.
Manfaat bagi Jamaah dan Aspek Spiritual
Bagi peziarah, kesejukan lantai ini berarti lebih dari sekadar kenyamanan fisik. Ini memungkinkan mereka fokus pada ibadah tanpa terganggu oleh panas yang menyiksa. Banyak yang menganggapnya sebagai berkah dari Allah, sebuah mukjizat modern di Baitullah.
Dalam konteks spiritual, ini mengingatkan pada ayat Al-Quran tentang bagaimana Allah memudahkan jalan bagi hamba-Nya yang taat.
Dari sisi kesehatan, lantai dingin mencegah dehidrasi dan kelelahan panas, yang sering terjadi di iklim gurun.
Ini sangat penting selama musim haji ketika jutaan orang berkumpul. Selain itu, desain ini mendukung inklusivitas, memudahkan lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas untuk beribadah dengan nyaman.
Secara lingkungan, sistem alami ini mengurangi kebutuhan energi untuk pendinginan, berkontribusi pada upaya Saudi dalam energi terbarukan dan keberlanjutan.
Kesimpulan: Gabungan Ilmu dan Keimanan
Lantai tawaf yang tetap dingin di Mekkah adalah bukti harmoni antara rekayasa manusia dan karunia alam. Melalui marmer Thassos, lapisan isolasi, dan desain cerdas, otoritas Saudi telah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk ibadah.
Ini bukan hanya prestasi teknik, tapi juga simbol bagaimana ilmu pengetahuan dapat mendukung praktik keagamaan.
Bagi umat Muslim, ini menguatkan keyakinan bahwa Baitullah adalah tempat penuh berkah, di mana bahkan panas gurun pun ditundukkan untuk kemudahan beribadah.
Jika Anda pernah mengunjungi Mekkah, bagikan pengalaman Anda di komentar. Semoga artikel ini menambah wawasan dan rasa syukur kita atas keajaiban ini.
- Sopan dan Menghargai — Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
- Fokus pada Topik — Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
- Gunakan Bahasa yang Baik — Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
- Tidak Mengiklankan — Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
- Patuhi Hukum — Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.

