Drama 8 Gol di San Siro! Inter Milan Hancurkan Pisa Setelah Tertinggal 0-2
Milan, 24 Januari 2026 – Malam yang penuh gejolak terjadi di Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, ketika Inter Milan berhasil membalikkan keadaan secara dramatis melawan Pisa.
Dalam laga pekan ke-22 Serie A musim 2025-2026 pada Jumat malam (23 Januari 2026), Nerazzurri yang sempat tertinggal dua gol lebih dulu akhirnya meraih kemenangan telak 6-2.
Hasil ini bukan hanya tiga poin biasa, melainkan pernyataan kuat bahwa Inter tetap menjadi kandidat utama juara Serie A musim ini.
Awal Mimpi Buruk bagi Inter: Pisa Unggul Cepat
Pertandingan dimulai dengan kejutan besar bagi tuan rumah. Pisa, tim promosi yang berada di zona degradasi, tampil sangat percaya diri di kandang lawan. Pada menit ke-11, Stefano Moreo membuka keunggulan tamu berkat kesalahan fatal dari kiper Inter, Yann Sommer.
Sommer gagal mengamankan umpan balik dari Piotr Zielinski, sehingga bola jatuh ke kaki Moreo. Dengan tenang, striker Pisa itu melepaskan tendangan melengkung dari jarak jauh sekitar 40 meter yang berhasil menaklukkan Sommer.
Tak sampai seperempat jam kemudian, Moreo kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-23. Kali ini melalui sundulan akurat di tiang dekat setelah menerima umpan silang dari sepak pojok Matteo Tramoni.
Skor menjadi 0-2, dan suasana San Siro mendadak hening. Para pendukung Inter terkejut, terutama setelah tim mereka baru saja menelan kekalahan di kompetisi Eropa pekan sebelumnya. Pisa tampak seperti tim yang sedang on fire, sementara Inter terlihat kehilangan ritme.
Reaksi Keras Nerazzurri: Balikkan Keadaan di Babak Pertama
Namun, karakter juara Inter Milan mulai muncul menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-39, wasit menunjuk titik putih setelah Tramoni melakukan handball di kotak penalti. Piotr Zielinski maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengecoh kiper Pisa untuk memperkecil skor menjadi 1-2.
Hanya dua menit berselang, Inter menyamakan kedudukan. Federico Dimarco mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri, dan kapten Lautaro Martínez menyundul bola dengan keras ke pojok gawang.
Gol ini membangkitkan semangat seluruh tim dan penonton. Gol penutup babak pertama datang dari Francesco Pio Esposito pada injury time (menit 45+2).
Sundulan Esposito dari umpan Alessandro Bastoni membuat Inter berbalik unggul 3-2 saat turun minum. Dalam waktu kurang dari 10 menit, Nerazzurri berhasil membalikkan defisit dua gol menjadi keunggulan satu gol – sebuah comeback luar biasa!
Babak Kedua: Dominasi Total Inter
Memasuki babak kedua, Inter terus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang. Meski Pisa berusaha bertahan, tekanan dari tuan rumah tak terbendung. Gol keempat baru tercipta pada menit ke-82 melalui Federico Dimarco.
Pemain sayap kiri ini melepaskan tendangan voli keras dari umpan silang Marcus Thuram. Bola sempat memantul di kedua tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang, membuat skor menjadi 4-2.
Gol kelima dicetak oleh Ange-Yoan Bonny pada menit ke-86. Dengan aksi individu brilian, Bonny menggiring bola melewati dua bek Pisa sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dihalau kiper tamu.
Penutup sempurna datang dari Henrikh Mkhitaryan pada menit 90+3. Sundulan Mkhitaryan dari umpan silang melengkapi pesta gol Inter menjadi 6-2. Enam gol tanpa balas di babak kedua menunjukkan kekuatan mental dan kualitas skuad Simone Inzaghi.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen Serie A
Kemenangan ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A. Nerazzurri kini membuka jarak enam poin dari rival sekota AC Milan dan sembilan poin dari juara bertahan Napoli.
Dengan sembilan kemenangan dalam 10 laga terakhir liga (satu imbang), Inter menunjukkan performa impresif meski sempat terpeleset di pentas Eropa.
Hasil ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Serie A dan memperkuat posisi sebagai favorit juara.
Bagi Pisa, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Meski sempat mengejutkan dengan dua gol awal berkat brace Stefano Moreo, tim asuhan pelatih mereka gagal mempertahankan keunggulan.
Kebobolan enam gol beruntun menegaskan tantangan besar yang dihadapi Pisa di musim promosi ini. Moreo menjadi satu-satunya bintang di kubu tamu, tapi itu tak cukup untuk menghentikan mesin gol Inter.
Analisis: Kekuatan Skuad Inzaghi dan Mental Juara
Pertandingan ini menegaskan kedalaman skuad Simone Inzaghi. Pemain seperti Lautaro Martínez (dengan gol sundulannya yang krusial), Federico Dimarco (kontribusi assist dan gol), Piotr Zielinski (penalti dingin), serta pemain pengganti seperti Ange-Yoan Bonny dan Henrikh Mkhitaryan membuktikan bahwa Inter punya opsi berkualitas di setiap posisi.
Kesalahan awal Yann Sommer memang menjadi catatan minus, tapi reaksi tim secara keseluruhan menunjukkan mentalitas juara sejati.
Dari tertinggal 0-2 menjadi menang 6-2, Inter menunjukkan bahwa sepak bola selalu penuh kejutan. Comeback seperti ini jarang terjadi, terutama melawan tim papan bawah di kandang sendiri. Bagi penggemar Nerazzurri, malam hujan di San Siro ini menjadi pesta gol yang tak terlupakan. Momentum positif ini sangat penting menuju fase krusial musim, di mana persaingan titel Serie A semakin memanas dengan jadwal ketat antar tim papan atas.
Secara keseluruhan, laga Inter Milan vs Pisa 6-2 bukan sekadar kemenangan rutin. Ini adalah bukti ketangguhan, adaptasi, dan kekuatan kolektif tim juara. Inter Milan terus melaju, dan musim 2025-2026 ini berpotensi menjadi milik Nerazzurri. Forza Inter!


Posting Komentar